ADIL KA' TALINO, BACURAMIN KA' SARUGA, BASENGAT KA' JUBATA...

Jumat, 05 Maret 2010


Komisi C Tinjau Bangunan RSUD
*Banyak yang Harus Dirampungkan

NGABANG. Usai hearing atau rapat kerja antara Komisi C DPRD Landak dengan Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Landak, Kamis (4/3) siang, dilanjutkan peninjauan bangunan RSUD Landak yang baru di kawasan Dusun Dengoan Kecamatan Ngabang. Jika semua kalangan berharap tahun ini gedung RSUD yang berdiri mrgah agar segera difungsikan, tampaknya masih jauh. Karena masih banyak yang harus dirampungkan seperti penataan halaman, sarana listrik, air, tempat limbah dan selaras (jalan yang menghubungkan rawat inap). “Kalau kantor dan UGD dilihat memang sudah rampung, tapi bangunan rawat inap sekitar baru 70 persen. Tahun ini sudah dianggarkan, jadi kami minta Dinas Pekerjaan Umum dan pihak pelaksana proyek agar merampungkan semua bangunan tersebut,” tegas Ketua Komisi C DPRD Landak Adrianus Yanto Nunus MH yang memimpin peninjauan bangunan baru RSUD, didampingi Wakil Ketua Komisi C Sabinus, Sekretaris Komisi C Bernadinus Maryadi, Koordinator Komisi C Markus Amid dan para anggotanya, F.Sabinus, Sabirin, Lipinus, Daniel Amero dan Kasnem. Sedangkan dari instansi teknis, Plt Kepala Dinas Kesehatan Sophia Tjakre, Direktur RSUD drg.Krisman Mkes didampingi Seketarisnya Rosiadi.
Lebih lanjut, Nunus legislator dari Partai Golkar ini menyinggung kesiapan pihak manajeman RSUD untuk pindah di gedung yang baru yang otomatis dari segi pelayanan harus ditingkatkan. “Seperti tenaga medis dan dokter dan sarana lainnya apakah sudah siap,” ujar Nunus yang juga punya usul agar Mane Pak Kasih yang merupakan sorang pejuang dari Landak dapat kiranya dijadikan nama untuk RSUD Landak yang baru mendatang.
Sementara itu, Direktur RSUD Landak Krisman mengaku masalah pindah ke gedung yang baru mau tidak mau pasti siap, hanya harus bersamaan antara kantor dan pelayanan. Namun, jika dilihat dari fisik masih banyak belum rampung seperti listrik, air, tempat limbah yang merupakan hal penting, kemudian penatanaan halaman dan selaras juga belum ada. “Jadi kalau untuk SDM, kita yang ada untuk tenaga medis ada 91 orang, dokter yang PNS berjumlah 1 orang. Sedangkan dokter spesialis masih kosong baik dokter anak, kebidanan dan penyakit dalam,” terang Krisman.(rie)

*Sumber: Harian Equator 5/3/2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar