ADIL KA' TALINO, BACURAMIN KA' SARUGA, BASENGAT KA' JUBATA...

Rabu, 20 Oktober 2010

Kontingen Pariwisata Tiba dengan Selamat


*Catatan Kundori dari Yogyakarta

YOGYAKARTA. Kontingen Pariwisata Kabupaten Landak yang akan tampil di Pesta Seni dan Budaya Dayak se-Kalimantan (PSBDK) sudah tiba di Kota Yogyakarta sejak Rabu (20/10) siang pukul 13.30 Wib. Kontingen yang terdiri dari tim kesenian dan pameran tersebut langsung dipimpin Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Landak Lukas Kanoh didampingi Sekretarisnya Yosep Timoteus. Dari Kota Ngabang pukul 04.00 subuh menggunakan dua bis angkutan, kemudian menaiki pesawat Batavia dari Bandara Supadio Pontianak pukul 11.50 dan sampai di Bandara Adi Soedjipto Yogyakarta pukul 13.30 langsung menuju penginapan. Tampak masing-masing tim ‘sibuk’ mengangkut barang-barang, mulai kebutuhan pribadi juga sarana dan prasana kegiatan seperti alat musik untuk penampilan kesenian, pameran dan lainnya.
Kehadiran kongtingen dari Landak ini akan mengukuti PSBDK yang diselenggarakan oleh Pemkab Landak bekerjasama dengan Forum Mahasiswa Kabupaten Landak (FORMAKAL) di Yogkarta pada 21-23 Oktober 2010 di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta yang akan dibuka Kamis (21/10).
Kepala Disporabudpar mengatakan, acara PSBDK ini digelar memang sudah lama. Hanya setiap tahun kepanitian berganti-ganti, dan tahun ini oleh FORMAKAL maka Pemkab Landak sebagai panitia juga. Nah, saat pembukaan nanti rencana jika Gubernur Kalbar Drs Cornelis MH tidak bisa hadir, maka akan dibuka oleh Bupati Landak DR Adrianus Asia Sidot. “Nah, di acara ini mudah-mudahan ada investor yang berkujung di stan pameran kita dan tertarik untuk berinvestasi di Kabupaten Landak ini,” ujar Lukas.
Tim dari Landak terdiri dari beberapa dinas/instansi terkait. Di acara PSBDK kita akan menampilkan pameran potensi daerah pariwisata, pertanian, perdagangan dan perindustrian, pertambangan, perkebunan. Kemudian di acara pembukaan kita akan penampilkan kesenian tarian Dayak,” kata Lukas.
Ia menambahkan, selain pameran dari seluruh kabupaten/kota se- Kalimantan yang hadir di PSBK. Panitia juga menggelar pertandingan seni budaya dan lainnya. Hanya Kabupaten Landak memang tidak ikut dalam pertandingan, tapi menampilkan kesenian budaya yang ada di Landak. “Untuk tim kesenian, kita dari Sanggar Tarigas Sidi yang merupakan pemenang saat Festival Budaya Binua Landak (FBBL) tahun 2009 lalu,” kata Lukas. (*)

Bupati Terima Satya Lencana Wira Karya



NGABANG. Bupati Landak DR Adrianus Asia Sidot menerima penghargaan Setya Lancana Wira Karya dari Presiden RI yang diserahkan oleh Gubernur Kalbar Drs Cornelis MH disela-sela upacara HUT Pemkab Landak ke-11, Selasa (12/11) pagi. Upacara yang dilangsungkan di halaman kantor bupati Landak itu berjalan khitmad dihadiri seluruh peserta dan undangan.
“Nah dengan diberikannya penghargaan dari Presiden agar lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Diharapkan tidak ada keluhan lagi masalah sekolah, pelayanan kesehatan, saya tak mau dengar lagi di sana tak ada Puskesmas, mantri dan bidan. Jadi tak ada kecamatan yang tak bisa dilalui kendaraan , tak ada penganguran dan lainnya,” tegas Cornelis dalam amanah upacara HUT Pemkab Landak, kemarin.
Cornelis menegaskan, dalam rangka mengevaluasi apa yang telah dicapai selama 11 tahun Pemkab Landak ini, sesuai dengan peraturan pemerintah RI No.6 tahun 2008 dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana tingkat pencapaian kinerja penyelenggara pemerintahan daerah.
“Secara ideal, tujuan dibentuknua sebuah daerah otonomi dan penyerahan sebagain urusan pemerintahan kepada daerah otonom, sebagai implementasi asas desentrasi agar daerah dapat menentukan dan melaksanakan kebijakan atas prakarsa sendiri, sehingga mendekatkan pelayanan kepada masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan berdasarkan aspirasi masyarakat,” tegas Cornelis.
Sementara itu, Bupati Adrianus mengaku, penghargaan yang diterima adalah tanggungjawab atau amanah sekaligus perintah dari Presiden untuk lebih meningkatkan lagi kinerja pemerintah di Landak ini. “Mudah-mudahan ini bis menyemangati seluruh komponen pemerintah kabupaten Landak dan saya berterima kasih kepada rakyat atas dukungannya,” ungkap Adrianus.
Jika dilihat kenyataan dilapangan soal pembangunan memang masih belum optimal. Seperti di kota Ngabang sendiri, tata ruang dan insfrastruktur masih banyak yang harus dibenahi dan memang harus dengan kerja keras.
“Kota Ngabang ini belum memenuhi standar, terminal tak memenuhi syarat, jadi memang banyak yang harus menjadi perhatian kita semua,” ujar Adrianus.
Soal pendidikan, angka buta aksara harus diperangi, dari 31 ribu buta angsara jika bisa dituntaskan 1 persen saja setahun itu sudah sangat bagus. “Ya pastinya sesuai kemampuan keaungan kita, karena semua ketersedian anggaran, disaamping mentalitas petugas,” katanya. (rie)

Jumat, 08 Oktober 2010

Koperindag dan Dinkes Mesti Tegas


*Soal Depot Air Minum Tanpa Izin

NGABANG. Menyikapi maraknya depot air minum isi ulang di Kabupaten Landak yang tidak jelas legalitasnya. Diminta kepada Dinas Koperasi Perindutrian dan Perdagangan (Koperindag) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) koperatif. Jika pemilik depot bandel tak mengurus izin agar ditindaktegas saja.
“Masalah perizinan harus dilengkapi tak bisa ditawar-tawar, kalau terjadi sesuatu yang tak diinginkan siapa yang akan bertanggungjawab. Apalagi malasah air yang sangat krusial dan prinsip,” tegas anggota DPRD Landak Lamri menyikapi maraknya depot air minum namun tak kantingi Surat Izin Tempat Usaha (SITU).
Menurut dia, tentang perizinan sangat erat kaitannya dengan sumber pendapatan daerah. Jadi kepada instansi terkaat harus menertibkan masalah perizinan depot air di Landak ini. Kalau sudah sudah dilakukan sosialisasi dan diperingati, namun pemilik usaha masih saja bandel, maka bida ditutup saja depot air yang bersangkutan. “Suruh saja sat pol PP menindaktegas, karena ini berkaitan peraturan daerah juga. Mestinya pemilik depot air juga harus menghargai aturan hukum yang ada, agar legalitas usahanya tidak diragukan,” kata Lamri.
Lamri berharap kepada instansi terkait seperti Diskoperindag dan Dinas Kesehhatan harus koperatif. Hal ini jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Misal, masyarakat mengkonsumsi air yang dibelinya dari salah satu depot, ternyata terjadi keracunan atau hal lain yang menyangkut kesehatan, nah ini siapa yang bertanggungjawab.
“Karena depot air tak jelas legalitasnya dari segi perizinan dan kelayakan air yang digunakan,” ujar Lamri.
Meskipun, pihak Dinas Kesehatan sudah mengeluarkan rekomendasi sampel air, namun depot yang bersangkutan tak mengantongi SITU tapi tetap membuka usaha, hal ini yang perlu disikapi. “Jadi kami minta kepada instansi terkait agar proaktif, kalau memang pihak pengusaha depot air masih belum paham, ya dijelaskan tentang legalitasnya. Bila perlu dibalik saja, mengurus SITU terlebih dahulu baru diberikan rekomendasi dari Dinas Kesehatan,” tandas Lamri.
Diberitakan sebelumnya, dari catatan Diskoperindag Landak depot yang memiliki SITU diantaranya, Bas Qua, Aquana (Ngabang), Banyu Qua (Darit), Nas Qua dan Selaqua (Pahauman) As Qua dan Al Qua (Mandor) dan Eni Qua (Ngabang).
Sedangkan, 19 depot yang sudah mendapat rekomendasi dari Dinas Kesehatan yaitu Al Qua, KS.Qua, Nas Qua, Win Qua, Sela Qua, Tapis Qua, Ad Qua, Prima Qua, Abadi, Bas Qua, Citra Qua, Kapuas, Manda Qua, Banyu Qua, V. Qua, Aquana. Sedangkan Vita Qua dan Sonic, masuk kategori air minum dalam kemasan (AMDK) dia yang mengeluarkan rekomendasi langsung dari Pontianak. (rie)

*Sumber Equator(05/10/2010)

Demokrat Jaring Balon Bupati dan Wakil Bupati Landak



NGABANG. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Landak membentuk tim penjaringan bakal calon (balon) Bupati dan Wakil Bupati periode 2011-2016 yang akan diusung pada bursa Pemilukada Landak 2011. Tim bekerja membuka penjaringan balon tahap pertama dimulai Senin (11/10).
“Tim sembilan yang terdiri dari tiga orang dari DPP, tiga orang dari Provinsi dan tiga orang dari kabupaten Landak, sudah mendapat SK dari DPP. Nah, langkah selanjutnya pada tanggal 9 Oktober, untuk merancang personel yang akan dijadikan tim penjaringan pasangan atau paket balon bupati dan wakil bupati,” kata Ketua DPC Partai Demokrat Landak Frans Adisius D Aheng, SH,.MH di Sekretariatnya.
Ia menargetkan, tim penjaringan yang sudah dibentuk, pada 11 Oktober pekan depan sudah bekerja dengan membuka pendaftaran balon yang terbuka umum.
“Kita buka tahap pertama dua minggu, kalau sudah memadahi yang mendaftar cukup satu tahap. Kalau berdasarkan harapan dari partai, masih kurang yang mendaftar, ya kita buka lagi penjaringan tahap kedua sampai dua minggu kedepan lagi,” kata Adisius didampingi Sekretarisnya Markus Amid MDiv.
Adius mengungkapkan, jika nanti jadwal penjaringan balon sudah dibuka, dipersilahkan kepada masyarakat luas baik dari kader partai Demokrat sendiri, dari luar seperti tokoh masyarakat, politisi, akedemisi,birokrasi, pengusaha dan lainnya. “Yang mempunyai keinginan mencalonkan diri menjadi bupati dan wakil bupati, ya silahkan mendaftar,” ujar Adius.
Ia menambahkan, jika balon sudah dijaring. Tim akan melakukan seleksi dengan syarat-syarat yang memang ditentukan oleh Partai Demokrat dan para balon juga akan dibahas di Rapat Kerja Khusus (Rakersus) dan diminta pertimbangan-pertimbangan dari masing-masing Ketua PAC di Landak ini. “Karena PAC mempunyia peran penting untuk menentykan. Mareka mengetahui di daerahnya, siapa figur yang populer untuk bisa diusung menjadi bupati dan wakil bupati,” tegas Adisius.
Selain itu, Partai Demokrat juga tetap melakukan survei kepada para balon. Pastinya menggunakan lembaga surbei yang ternama atau kredibilitasnya tinggi. “Jadi kita pun berharap, bakal calon ini yang kita usung betul-betul balon yang berkualitas,”tandas dia. (rie)

*Sumber: Harian Equator (09/10/2010)

Proyek P2KP Hilir Kantor Dipertanyakan?

NGABANG. Proyek P2KP di wilayah Desa Hilir Kantor Kecamatan Ngabang dipertanyakan. Kinerja pengurus P2KP tidak ada koordinasi dengan pengurus desa. Contohnya proyek rabat beton di Pal 3 Ngabang sebanyak 25 sak semen dibiarkan beku tak dimanfaatkan.
“Jadi, kami memepertanyakan keberadaan P2KP Desa Hilir Kantor. Seperti kejadian proyek rabat beton di Pal III ada 25 semen beku karena tak dikerjakan. Eh, sekarang dana tahap kedua sudah realisasi lagi,” beber Yohanes, Kaur Pemerintahan Desa Hilir Kantor ketika bertandang di Biro Equator Landak, Jumat (8/10) siang.
Parahnya lagi, lanjut Yohanes, pihak pengurus P2KP tanpa berkoordinasi dengan pihak pemerintahan desa. Akibatnya, seperti kejadian ini. sebanyak 25 sak semen sangat mubazir, masuk bahan sejak April lalu. Tapi sampai sekarang rabat beton di jalan Gang yang masuk wilayah RT 005 R2 0016 belum ada realisasi.
“Jadi, semen sudah membeku tak bisa dipakai lagi. Kan sayang, dan itu menggunakan anggaran. Mengapa kok tidak direalisasikan. Masyarakat bertanya-tanya apa alasannya,” kata Yohanes.
Dikatakan Yohanes, tahap pertama dengan sasaran di jalan gan pal III saja belum dikerjakan hingga bahan materialnya rusak. Sekarang tahap kedua sudah cair lagi dan lokasi penempatan juga salah sasaran. Mestinya diprioritaskan titik yang layak dibangun. “Ini didaerah yang tidak layak. Jadi kalau ada koordinasi dengan pihak desa, pastinya tidak salah kaprah atau sasaran,” katanya.
Sekali lagi, Yohanes memang sangat mempertanyakan kinerja pengurus P2KP di Desa Hilir Kantor ini. Karena terkesan jalan sendiri tanpa harus koordinasi dengan pengurus desa. Akibatnya, reaslisasi proyek pembangunan meskipun di tingkat desa, tapi bisa tumpang tindih dengan proyek kabupaten. “Karena di pemerintah desa juga dalam Musrenbangdes, mengajukan ke tingkat kecamatanm kemudian dinaikan kabupaten. Aspirasi-aspirasi pembangunan di desa,” tandas Yohanes. (rie).

*Sumber: Harian Equator (09/10/2010)

Landak Persiapkan Sekolah Bertaraf Internasional

NGABANG. Pemkab Landak tahun ini menyiapkan sekolah berstandar Internasional. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di negeri intan ini. Adapun sekolah yang sudah menjadi rintisan atau persiapan diajukan bertaraf internasioal yaitu SMPN 1 Ngabang.
“Komitmen saya memang meningkatkan mutu pendidikan di Landak ini. Meskipun kita ini baru sebatas perintisan sekolah berstandar internasional yang jelas ada upaya menuju ke sana,” kata Bupati Landak Adrianus Asia Sidot usai melepas rombongan studi banding MKKS SMP Landak ke Bandung, Jumat (8/10) di aula Kantor Dinas Pendidikan.
Menurut Adrianus, saat ini yang menjadi kerja keras adalah menyiapkan SDM atau guru, sarana-prasarana dan perlengkapan lainnya. Karena memang ada syarat-syarat teknis jika menjadikan sekolah bertaraf internasional. “Nah, tahun ini ada satu sekolah yaitu SMPN 1 Ngabang. Karena sekolah tersebut sudah berstandar nasional, maka dinaikan menjadi perintisan berstandar Internasional,” ujar Adrianus mantan Kepala Dinas Pendidikan Landak ini.
Dikatakan Adrianus, untuk Kabupaten Landak memang baru satu sekolah dipersiapkan untuk berstandar internasional. Sedangkan sekolah pastinya naik di standar nasional. “Jadi tidak semua sekolah berstandar internasional, karena diperlukan biaya yang besar. Jadi mungkin satu saja, dan yang lain standar nasional,” kata Adrianus.
Sedangkan untuk meningkatkan SDM, terlebih dahulu dipenuhi standarnya. Guru minimal sarjana strata satu (S1), sementara ini masih ada yang diploma, maka harus dinaikan kualifikasi menjadi S1. Kemudian pelatihan-pelatihan ditingkatkan, baik yang sifatnya in hause traning maupun diluar. Diantaranya GGMP (Gugus guru mata pelajaran) ini juga berperan, KKG (Kelompok Kerja Guru) dan lainnya. “Misalnya guru matematika saling mentransfer dengan guru yang lainnya tentang pengetahuan atau kemampuannya,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Landak Aspansius mengatakan, sejumlah sekolah di Kabupaten Landak ini memang sudah ada level-level tersendiri, mana sekolah yang berpotensial. Jadi untuk menuju sekolah berstandar nasional saja melalui tahapan, terlebih dahulu naik perintisan sekolah berstandar nasional, baru naik menjadi standar nasional.
“Kemudian, jika sudah menjadi sekolah berstandar nasional, dinaikan lagi perintisan sekolah berstandar internasional. Seperti SMPN 1 Ngabang,” kata Aspan singkat. (rie)

Kamis, 07 Oktober 2010

Syahdan Siap Ambil Formulir Balon Bupati Landak



DEWAN Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Landak dalam waktu dekat membentuk tim penjaringan bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati periode 2011-2016. Rencana 11 Oktober mulai bekerja dan dibuka penjaringan untuk umum. Nah, salah satu kandidat yang juga kader Partai Demokrat yaitu Syahdan Anggoi dimintai komentarnya apakah mendaftar atau tidak. Ia hanya tersenyum dan tidak banyak jawaban. “Ya, ikut mendaftar lah,” ujar Syahdan di kantornya, Kamis (7/10). Lalu Syahdan akan menggandeng siapa sebagai balon wakilnya. Ia juga masih enggan komentar. “Nanti saja, kalau sudah daftar kan tahu sendiri. Atau, kita mengambil formulir pendaftaran, ketika dikembalikan sudah ada nama wakil di berkas tersebut,” kata Syahdan yang juga anggota DPRD Landak dari Partai Demokrat ini.
Syahdan saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi A di DPRD Landak. Pengalaman Syahdan selain di politik, juga di birokrasi juga tiak diragukan. Karena ia adalah pensiunan PNS dengan jabatan karir terakhir sebagai Kepala Dispenda Landak. Pada Pilkada Landak 2006 lalu, ia juga pernah menjadi Calon Bupati Landak. (rie)

*Sumber: Harian Equator (08/10/2010)

Berkas Perkara Belum Diterima Kejari

*Penanganan Kasus Pembunuhan Lamban

NGABANG. Meskipun penyidik (Polres) sudah rekontruksi kasus pembunuhan pengusaha asal Antan Rayan Cannon Djunadi dengan empat tersangka Carolus Hengky Susilo, Farida Umar, Ardiansyah dan Rudi Hartono. Namun, berkas perkara hingga saat ini belum diterima Kejari Ngabang.
“Kita juga sudah koordinasi secara lisan tentang permintaan berkas perkara bahkan secara tertulis dengan surat yang dikirim sejak 4 Oktober lalu. Tapi sampai sekarang belum ada jawaban,” kata Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Ngabang Andri Irawan di kantornya, Kamis (7/10).
Sementara itu, Kajari Ngabang Robert P Sitinjak membenarkan kalau berkas perkara belum diterima dari Polres Landak.
Empat tersangka sudah diberikan perpanjangan tahanan dari Kejari Ngabang selama 40 hari. Polisi meminta perpanjangan karena tersangka yang ditahan sejak 25 Agustus lalu. Sesuai Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) No.8 tahun 1981. Polisi puya hak menahan selama 20 hari. Karena sudah habis, maka mengajukan perpanjangan kepada Kejari selama 40 hari.
“Nah, jatuh tempo pada 20 Oktober nanti. Sedangkan proses rekontruksi sudah dilakukan polisi 1 Oktober lalu. Mengapa kok belum dilimpahkan berkas perkaranya kepada kami,” terang Robert.
Kemudian, jika polisi masih membutuhkan waktu untuk pemeriksaan berarti untuk perpanjangan tahanan harus di Pengadilan Negeri (PN) selama 30 hari masa tahanan. “Kalau polisi mau melimpahkan berkas perkara kepada kita, jangan mendekati tanggal 20 Oktober. Karena kita juha punya hak untuk melakukan penelitina berkas. Jika tidak lengkap kita kembalikan lagi. Nah, ini juga waktu lagi,” ungkap Robert.
Robert mengharapkan kepada masyarakat luas untuk mengawal kasus yang memang penyedot perhatian. Mulai dari penyidikan hingga putusan. Jangan ketika ada apa-apa tahanan bebas lalu Jaksa yang disalahkan. Padahal jaksa bekerja sesuai aturan yang ada.
“Jadi sampai sekarang kami belum menerima berkas berkara, kita sudah korrdinasi lisan bahkan sudah kita surati secara tertulis sejak 4 Oktober lalu. Kita minta berkas laporan perkembangan penyidikan kasus pembunuhan Cannon sesuai kewenangan kami,” tandas Robert. (rie)

*Sumber: Harian Equator (08/10/2010)

Empat Dewan Kalbar Reses ke Serimbu

*Minsen: Lihat Hasil Pembangunan dan Tampung Aspirasi

SERIMBU. Empat anggota DPRD Kalbar dari Dapil Landak, Minsen SH, Nicodemus Nehen S Pd MM, N CH Saiyan SH MH, dan Tapanus SH MH akan menggelar reses 11-18 Oktober ini di Landak. Secara khusus pada 14 Oktober keempatnya reses di Serimbu Kecamantan Air Besar.
“Sebagai wakil rakyat kita memiliki kewajiban untuk menjaring aspirasi. Kemudian, melihat secara langsung realisasi pembangunan,” kata Minsen yang juga Ketua DPRD Kalbar di ruang kerjanya, kemarin.
Dijelaskan Minsen yang didampingi Nehen, Saiyan, dan Tapanus, pihaknya sudah merencanakan untuk turun langsung ke masyarakat Landak dari 14-18 Oktober. Mereka tidak turun secara bersamaan, kecuali yang di Serimbu bersama-sama. “Kita sengaja berpisah di beberapa tempat, agar bisa merata. Kalau kita turun bersama-sama, perlu banyak memakan waktu, dan tidak merata,” jelas Minsen.
“Serimbu sengaja kita bersama-sama melakukan reses, karena banyak anggaran pembangunan dari Pemprov Kalbar di sana. Tentunya kita akan lihat dari dekat realisasi anggaran tersebut,” tambah Nehen yang juga mantan Wakil Bupati Landak.
Saiyan juga ikut menambahkan, seluruh tokoh masyarakat Kecamatan Air Besar akan dikumpulkan di ruang serba guna Serimbu. Mereka akan diundang secara terhormat. Lalu, dilakukan tatap muka dan menampung aspirasi dari masyarakat paling ujung di Landak itu.
“Kita adalah wakil rakyat. Kita mesti tahu apa yang diinginkan rakyat. Aspirasi yang disampaikan akan ditampung, lalu kita sampaikan ke pihak eksekutif,” jelas legislator Partai Demokrat ini.
Tapanus juga tidak ketinggalan untuk menambahkan. “Serimbu terbilang kecamatan paling tertinggal di Landak. Mungkin inilah salah alasan kita bersama-sama turun ke sana. Kita akan dengar secara langsung apa yang diinginkan oleh masyarakat Serimbu itu,” ujarnya.
“Mudah-mudahan, kehadiran kami di Serimbu nanti bisa menggembirakan bagi masyarakat. Masyarakat Serimbu bebas untuk ngomong. Kalau ada aspirasi berkaitan dengan urusan Pemprov Kalbar, akan kita sampaikan ke Gubernur. Bila aspirasi berkaitan dengan Pemkab Landak, akan kita sampaikan ke Bupati Landak,” tambahnya. (ros)

*Sumber: www.equator-news.com

Air Sungai Landak Keruh

Mobil Anggota DPRD Terperosok


*Pengerjaan Jembatan Lamban

NGABANG. Akibat lambannya pengerjaan proyek jembatan Tenggalong di Jalan Raya Ngabang-Pontianak Pal 6 yang merupakan proyek Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalbar ini sedikitnya puluhan kendaraan menjadi korban bahkan ada korban jiwa karena kendaraan masuk sungai, Rabu (6/10) giliran mobil anggota DPRD Landak Cendra Sunardi juga ikut terperosok di bantalan kayu yang sudah lapuk. Kijang Toyota Krista KB 1686 CL milik legislator dari Partai Hanura ini, ban kanan depan masuk dilubang jembatan darurat. Kurang lebih satu jam antrean panjang terjadi baik dari arah Pontianak maupun Ngabang. Karena dari pukul 09.00, baru pukul 10.00 mobil bisa di evakuasi. Tampak warga setempat ramai-ramai ikut membantu mengangkat dan mendorong mobil tersebut.
“Saya mau ke Pontianak mengantar masyarakat. Ya, tak bisa lewat karena ada mobil terperosok di jembatan ini,” ujar Kapten ARM Syamsul Bahri, Perwira Penghubung Kodim Mempawah saat di lokasi, kemarin.
Sementara itu, Cendra legislator yang kebetulan rumahnya berjarak 1 km dari jembatan tersebut mengaku, dirinya keluar dari rumah menuju ke arah kota Ngabang. Ketika sampai di jembatan, tanpa sadar ban mobilnya masuk lobang, karena kayu sudah rapuk. Ia melihat tukang atau pekerja jembatan di campnya kosong momplong. Mestinya, jika jembatan darurat ada yang rusak, segera dibetulkan. “Saya sangat menyesal, karena di jembatan tersebut sudah berapa kali memakan korban. Bahkan ada yang meninggal. Ada yang langsung terjunm bebas di sungai, ada yang menabrak kayu-kayu jembatan,” ungkap Cendra kepada wartawan sambil memperbaiki mobilnya yang sedikit rusak. Menurut dia kerugian ditaksir Rp.500 ribu, karena bangian bempernya kemeh.
Ia sudah berulang lagi mengingatkan kepada instansi terkait, baik melalui lisan maupun komentar di koran. Namun, masih saja pihak pelaksana proyek tidak memperhatikan kondisi jembatan yang mengancam nyawa manusia itu. “Kalau memang lama pengerjaan karena ada alasan tersendiri. Ya paling tidak, jembatan daruratnya diperhatikan terus. Karena yang melintas ini kendaran banyak bahkan antar negara,” tegas Cendra seraya menambahkan, jika memang kontraktor pelaksana tak mampu mengerjakan. Dinas PU bisa ambil langkah untuk menggantinya. (rie)

*Sumber: Equator (07/10/2010)

Air Sungai Mandor dan Landak Tak Layak Konsumsi

NGABANG. Air sungai Mandor tak layak untuk dikonsumsi. Karena tingkat keasaman (Ph) air dibawah ambang batas normal. Sungai yang beberapa tahun silam menjadi idaman masyarakat untuk sarana air bersih, kini sudah tercemar salah satunya akibat Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI). “Untuk air sungai Mandor Ph nya 5,01, kadar zat besi 27,427 dan zat merkuri 0,6. Sedangkan sungai Landak Ph nya 8,14, kadar zat besi 2,5001 dan mercuri 0,1,” kata Kepala Badan Lingkungan Hidup Landak Telly Yolaga melalui Kabid Pengendalian Dampak Lingkungan Iskandar dikonfirmasi di kantornya, Rabu (6/10).
Data ini berdasarkan laporan hasil uji air bersih bekerjasama Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar dengan Badan Lingkungan Hidup Landak per Juni 2010 lalu. “Jadi di Landak ini ada beberapa titik sungai yang kami uji,” ujar Iskandar.
Kalau berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/2002 menyebutkan, tingkat keasaman air harus antara 6,5 hingga 8,5. “Tapi air sungai Landak dan Mandor, meskipun banyak limba tambang emas. Namun kadar zat mercuri bisa dikatakan rendah, nah apakah ini faktor banyaknya curah hujan atau memang sekarang pekerta tambang sudah tidak ada lagi di perhuluan sungai,” kata Iskandar.
Menurut WHO, air bisa diminum dg PH 6.5 - 8.5. Standar itu belum tentu bisa diterapkan di seluruh wilayah Indonesia. Karena pada setiap air yang diperoleh dari sumber mata air, juga memiliki kandungan sedimen yang berbeda pula. Padahal derajat keasaman dan sedimentasi itu sangat berpengaruh terhadap pencernaan, dan bisa menyebabkan adanya gangguan lambung, ginjal dan pemubuluh darah.
“Karena faktor-faktor di atas itu kita menjadi sedikit ragu dalam mengkonsumsi air sembarangan. Padahal air minum yang baik haruslah kaya akan oksigen dan mineral serta terbebas dari bakteri. Sebab mineral dan oksigen merupakan kebutuhan pokok bagi tubuh yang penting disamping air. Gunanya untuk pertumbuhan sel dan asimilasi vitamin sedangkan oksigen penting untuk mempertahankan kehidupan,” urai Iskandar.
Pantauan Equator, meskipun sungai Landak terlihat keruh dan berwarna kecoklatan secara kasat mata. Namun masyarakat dipinggiran sungai tersebut masih memanfaatkan. Diantaranya untuk mencuci, mandi dan lain sebagainya. Tak terkecuali untuk di konsumsi, jika musim kemarau tiba, masyarakat terpaksa mengambil air sungai Landak untuk di masak. Karena tadah air hujan tidak ada. (rie)

Banyak Dewan Enggan Ikuti Rapat

*Penandatangan Kesepakatan KUA/PPAS

NGABANG. Suasana rapat DPRD Landak dalam rangka penandatangan kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2011 oleh Bupati Landak dan Ketua DPRD, Senin (4/10) sedikit tegang. Karena sejumlah anggota dewan banyak tidak masuk ruangan, namun malah ‘ngumpul’ di ruang komisi masing-masing. Bahkan pegawai sekretariat berusaha memberitahu, namun ruangan komisi malah ditutup.
Bupati Adrianus Asia Sidot didampingi Wakil Bupati Agustinus Sukiman dan Sekda Ludis hadir di gedung DPRD sekitar pukul 10.30 dan langsung masuk di ruang Ketua DPRD Heri Saman. Pukul 10.55 rapat dimulai, namun hanya ada 13 dewan saja dan rata-rata didominasi legislator PDI Perjuangan, mereka adalah Zalbifri, Mohzai, Bernadinus Mariyadi, Yanto Mardiro, Efdi. Kemudian Adrianus Yanto Nunus dan Catarina Yuliati dari Partai Golkar, Moh Aslan dari PPP, Yoseph Bosman dari Partai Republikan, Herwan dari PIS dan Joni dari Partai PIB.
Meskipun dari 35 anggota DPRD hanya dihadiri 13 orang saja, rapat tetap dilangsungkan dan dipimpin Ketua DPRD Heri Saman. “Rapat ini bukan mengambil keputusan tapi hanya penandatangan kesepakatan KUA dan PPAS,” ujar Heri Saman. Sehingga dalam waktu lima menit, proses penandatangan kesepakatan berlangsung lancar, antara Bupati dan Ketua DPRD langsung meneken berkas yang sudah disiapkan di hadapan ruang sidang.
Sementara itu, sejumlah anggota DPRD yang tidak mengikuti rapat ketika dimintai komentar wartawan hanya menjawab No coment. Hanya Siyus legislator dari PNBKI yang angkat bicara. Menurutnya, mengapa dirinya tidak mau ikut rapat, karena ada kesekapatan yang belum disepakati dan hal ini antara pimpinan fraksi, ketua DPRD dan eksekutif
“Ini menyangkut hak Budgeting. Dewan punya hak untuk mengatur anggaran. Nah ini yang menjadi dasar rapat harus ditunda, tapi malah dilanjutkan,” ujar Siyus.
Menurut dia, legislatif dan eksekutif harus sepakat terlebih dahulu berapa plapon anggaran baik untuk kegiatan maupun pembangunan sebelum masuk dalam RAPBD 2011. Hal ini harus disepakati antara pimpian fraksi dengan eksekutif. “Tapi belum sepakat langsung teken antara bupati dan ketua DPRD tanpa melihat tatat tertib apakah memenuhi kourum atau tidak. Kalau begitu setiap sidang tak perlu mengundang semua dewan, biar ketua DPRD dan Bupati saja yang teken, karena anggota dewan tak dihargai begini,” ucap Siyus kesal.
Ia menambahkan, pihaknya memang tidak ada keinginan menghambat pembahana APBD. Tapi hal ini hanya masalah waktu saja dan harus ada duduk satu meja antara legislatif dan eksekutif menyangkut hak dewan diterima. “Kami duduk di lembaga perpanjangan rakyat mempunyai hak memyampaikan aspirasi,” ujar Siyus.
Sementara itu, Bupati Landak Adrianus Asia Sidot menegaskan, MoU KUA dan PPAS belum dipahami secara utuh, terutama anggota dewan yang baru. “Kita kan belum mengambil keputusan anggaran ini seperti apa ini baru dasar kita untuk membahas RAPBD 2011,” kata Adrianus usai rapat.
Menurut dia, KUA adalag baru berupa pagu anggaran indikatif, kebijakan yang perlu diperhatikan untuk anggaran 2011. Sedangkan PPAS juga baru pagu indikatif. “Artinya belum final baru dasar kita. Jadi hal ini hanya mis komunikasi saja,” kata Adrianus singkat. (rie)

Minggu, 03 Oktober 2010

Polres Landak Launching Poltramas



NGABANG. Polres Landak launching program Kapolri yaitu Polisi Mitra Masyarakat (Poltramas) ditandai membukaan tabir plang nama di depan rumah Aiptu RDH Panjaitan Jalan Ria Sinir Dusun Tungkul Ngabang, Sabtu (2/10) siang dihadiri Camat Ngabang, Danramil Ngabang, Ketua RT dan tokoh masyarakat setempat.
“Poltramas bertujuan sebagai mediator, wadah dan sebagai tempat konseling dalam mengidentifikasi berbagai masalah sosial yang terjadi di masyarakat di wilayah tempat tinggalnya atau lingkungannya guna menghasilkan upaya-upaya pemecahan masalah,” kata Kapolres Landak AKBP Firman Nainggolan.
Untuk kota Ngabang ada enam lokasi, rumah Aiptu RDH Panjaitan Jalan Ria Sinir Dusun Tungkul, rumah Briptu Alman di Desa Raja, Briptu Adi Santo di Pal 20, Briptu Saprin di Hilir Kantor, Briptu Ukandi di Hilir Tengah dan Briptu Niko di Pal 6. “Anggota polisi yang dijadikan lokasi Poltramas, memang sudah kita latih. Selain di kota kabupaten, nantinya akan sampai di setiap kecamatan yang ada di Landak ini,” terang Firman.
Perekrutan anggota Poltramas ini, lanjut dia, berdasarkan kriteria yng mereka miliki seperti masa dinas di atas 5 tahun. Selain itu mampu menjadi mediator, konseling, sehingga anggota Poltramas dituntut selalu siap memberikan memeberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada Masayrakat. “Poltramas diterapkan dengan model comunity policing dalam menyelenggarakan tugas atau mengedepankan pemecahan masalah (problem solving) serta dengan model kemitraan yang lebih mengutamakan pencegahan kejahatan,” ungkap dia.
Tak hanya itu, Bintara Mitra harus siap sedia jika ada masyarakat yang membutuhkan bantuannya seperti menampung, mencatat dan menindaklanjuti. “Kalau hanya kasus-kasus sosial-sosial yang kecil, dia bisa diselesaikan. Makanya, seorang Poltramas harus mengetahui kondisi tempat tinggalnya pada radius tertentu. Mungkin disitu ada yang punya mobil pribadi, ada dokter, ada bidan, ada tokoh agama, pemuka masyarakat. Jika ada yang membutuhkan,” ujar Firman.
Sementara itu, Camat Ngabang Julimus sangat merespon adanya Poltramas dilingkungannya. Menurut dia hal tersebut dapat membantu kinerja kecamatan dalam pelaksanaan tugas. "Kami sangat bersyukur sebab ini sangat membantu kami dalam melaksanakan tugas," kata dia.(rie)

*Sumber: Harian Equator (04/10/2010)

Depot Air Minum Isi Ulang Banyak Berizin

*Hanya Delapan Kantongi SITU

NGABANG. Hati-hati jika anda ingin membeli air di depot isi ulang di Kabupaten Landak jangan sembarangan. Karena banyak depot air tidak mengantongi izin dari Pemkab Landak. Meskipun pemilik mendapatkan rekomendasi dari Dinas Kesehatan Landak, namun stidak ada Surat Izin Tempat Usaha (SITU). “Dari hasil pendataan tanggal 22 Maret 2010 lalu, depot air yang memiliki SITU ada delapan saja,” kata Heriyanto staf di Bagian SITU Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Landak dikonfirmasi di kantornya, belum lama ini.
Menurut dia, memang banyak depot di Kabupaten Landak ini, namun tidak semua mengurus SITU. Padahal sudah berulang kali diingatkan kepada masing-masing pemilik depot, namun tak digubris. Sedangkan SITU baru akan dikeluarkan jika meraka sudah mengantongi rekomendasi dari Dinas Kesehatan terhadap sampel air yang dipakai apakah layak atau tidak.
“Lalu, depot yang sudah memiliki SITU agar memasang plang nama depotnya, namun kenyataan banyak tidak di pasang,” ujarnya.
Adapun dari catatan Diskoperindag Landak depot yang memiliki SITU diantaranya, Bas Qua, Aquana (Ngabang), Banyu Qua (Darit), Nas Qua dan Selaqua (Pahauman) As Qua dan Al Qua (Mandor) dan Eni Qua (Ngabang). “Tapi depot Eni Qua di Ngabang ini ketika kita minta mendata tidak bisa menunjukan surat rekomendasi dari Dinas Kesehatan, tapi mempunyai SITU,” ungkap Heriyanto.
Sementara itu, data dari Dinas Kehehatan Landak pemilik depot air isi ulang di Kabupaten Landak ini yang diberikan rekomendasi dari Laboraturium Kesehatan RSUD Pontianak tercatat 19 depot air. “Rekomendasi ini dikeluarkan setelah diambil sampel air dan salah satu syarat juga untuk pengurusan SITU di instansi terkait,” kata Suhandi Arham Staf Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Landak dikonfirmasi di kantornya, Jumat (1/10).
Menurut dia, pihak Dinas Kesehatan melakukan uji sampel secara rutin enam bulan sekali. Mestinya, dalam rekomendasi yang sudah diterbitkan, pihak pemilik depot melalakuka kewajiban menyerahkan sampel air 3 bulan sekali. “Namun kenyataannya malah kami yang mendatangi mareka,” ujarnya.
Pihak Dinas Kesehatan melakukan pengawasan terhadap depot air di Landak ini berdasarkan peraturan yang ada diantaranya Kepmenkes No.907 tahun 2002 tentang syarat-syarat dalam pengawasan kualitas air minum, Surat Edaran Menkes No.860/Menkes/VIII/2002 tentang pembinaan dan pengawasan Hygiene sanitasi depot air minum isi ulang.
“Karena keterbatasan anggaran, maka kita melakukan uji sambel dilakukan enam bulan sekali,” kata Suhandi,” kata Suhandi.
Adapun 19 depot air isi ulang yang sudah mendapat rekomendasi yaitu Al Qua, KS.Qua, Nas Qua, Win Qua, Sela Qua, Tapis Qua, Ad Qua, Prima Qua, Abadi, Bas Qua, Citra Qua, Kapuas, Manda Qua, Banyu Qua, V. Qua, Aquana. “Sedangkan Vita Qua dan Sonic, masuk kategori air minum dalam kemasan (AMDK) dia yang mengeluarkan rekomendasi langsung dari Pontianak,” tandas Suhandi. (rie)

*Sumber: Harian Equator (04/10/2010)

Pelaku Menghabisi Nyawa Korban saat Tidur




*Rekontruksi Pembunuhan Cannon

NGABANG. Rekonstruksi pembunuhan pengusaha Landak Cannon Djunaidi warga Desa Antan Rayan Kecamatan Ngabang dengan empat tersangka Carolus Hengky Susilo, Farida Umar (istri korban), Ardiansyah alias Dede dan Rudi Hartono alias Mursidi, digelar Jumat (1/10) pukul 13.30 WIB kemarin. Rekonstruksi tidak digelar di TKP, namun dialihkan di lokasi komplek Mapolres Landak. Ini dilakukan dalam rangka keamanan proses rekontruksi. Empat tersangka mengenakan baju tahanan warna ungu yang di belakangnya bertuliskan tahanan Polres Landak. Proses rekonstruksi ini, juga hadir keluarga korban. Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, rekonstruksi dijaga puluhan polisi dengan ketat. Rekonstruksi dipimpin langsung Kanit I Reskrim Polres Landak Aiptu RDH Panjaitan. Hadir pihak keluarga Farida Umar dan masing-masing pengacara tersangka, dari Kejari Ngabang.
Rekontruksi dilakukan dengan 55 adegan, korban diganti dengan alat peraga boneka. Tampak para tersangka melakukan reka ulang proses pembunuhan, tampak diraut wajah tersangka santai bahkan tertawa. Termasuk istri korban Farida Umar, sekali saja sempat meneteskan air mata.
Adapun dari 55 adegan yang diperagakan tersangka diantaranya dimulai sejak tersangka melakukan perencanaan pembunuhan di salah satu cafe di Kota Ngabang pada 20 Agustus.
Tersangka Hengky dan Dede pakai mobil Kijang warna Hitam KB. 1033 WL menuju Desa Antan. Sampai di Desa Sidas, sambil menunggu tersangka Mursidi menggunakan sepada motor dibawa menuju TKP bonceng tiga. Sampai di rumah korban, tersangka Farida Umar membukan pintu rumah dan masuk dan bertemu memberikan di dekat tangga loteng sambil memberikan isyarat dengan jari telunjuk kanan keatas (bahwa suami tersangka ada di kamar atas).
Tersangka Dede, Mursidi, Hengky naik tangga menuju kamar tidur Korban Alm Cannon setelah itu tersangka Farida naik ke atas loteng dan kamar pintu dalam keadaan terbuka. Tersangka Dede memegang dengan kedua tangan tali yang terbuat dari kain kasa warna putih sebelum naik keatas loteng mengambil obeng. Korban Cannon sedang tertidur telentang di atas kasur hanya mengunakan celana dalam tangan keatas kepala.
Tersangka Dede langsung mendekati dan menutup mulut korban menggunakan kain kasa. Dan mengambil obeng dari saku celana belakang sebelah kiri dan menusukkan kedada korban sebanyak 2 kali dan bagian leher 2 kali dan korban masih meronta. Tersangka Mursidi langsung memegang tangan kordan sedangkan tersangka Hengky memegang kaki korban. Mursidi juga menusukan pisau lipat keperut Korban jatuh dekat Setelah tidak bergerak , Hengky melihat kearah pintu telah berdiri Farida Umar dan keluar dan membawa masuk kekamar. Farida Umar mengatakan agar mayatnya bawa keluar dari kamar dan angkat oleh Dede dan Mursidi menuju gudang.
Mayat korban diletakkan di atas pupuk. Farida Umar mengambil kunci mobil korban (suaminya) Hilux KB 189 CF. Kunci dari tangan Farida Umar diberikan kepada Hengky, dan diserahkan kepada Dede untuk membawa berangkat mengunakan menuju Ngabang sampai sidas menganti mobil diletakkan depan CU dan pindah di mobil kijang KB 1033 WL yang dipakai menuju Ngabang. Sedangkan Farida Umar sibuk membersihkan darah di tempat tidur.
Diberitakan sebelumnya, Cannon Junaidi, 43, dibunuh di dalam rumahnya RT.03 Desa Antan Rayan Kecamatan Ngabang, Sabtu (21/8) sekitar pukul 02.00. Empat pelaku diantaranya istri korban. Adapun motif pembunuhan adalah cinta segitiga. Hengky menjalin asmara dengan Farida Umar. Karena, Hengky semburu maka melakukan perencanaan untuk membunuh dengan melibatkan dua tersangka Dede dan Mursidi. (rie)

*Sumber: www.equator-news.com

Kapolres: Jangan Terpancing Provokasi


Tingkatkan Kewaspadaan Teroris, Polisi Gelar Razia

NGABANG. Mengantisipasi terjadinya aksi teror di beberapa daerah di Indonesia. Kapolri memerintahkan jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan di masing-masing wilayahnya. Masyarakat dihimbau untuk tidak terpancing provokasi yang menyesatkan.
“Polda memerintahkan seluruh Polres termasuk Polsek untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap teror. Kami sejak Senin (27/9) lalu sudah melakukan patroli gabungan dengan institusi lain, kalau di Polsek dengan Koramil, kalau di ibu kota kabupaten dengan Koramil kota, Sat Pol PP dan Armed. Kita melakukan razia pada malam hari di jam-jam yang rawan,” kata Kapolres Landak AKBP Firman Nainggolan di kantornya, Kamis (30/9).
Menurutnya, kegiatan razia yang dilakukan dengan sasaran prioritas untuk mengantisipasi pelaku kejahatan yang berkaitan teroris, bahan peledak, senjata api, kejahatan berkelompok yang mencoba melakukan kegiatannya di Landak maupun yang melintasi di Landak. “Karena daerah kita ini daerah perlintasan termasuk dari arah perbatasan,” ujar Firman.
Adapun yang di razia pada malam hari, diantaranya kendaraan pribadi dan bok. Karena umumnya pelaku kejahatan menggunakan kendaraan pribadi dan bok untuk bahan peledak. Namun, kendaraan lainnya juga diperiksa oleh petugas. “Razia ini bersinergi dengan Polres lain, dengan harapan jika ada pelaku tidak ada ruang gerak,” kata Firman.
Ia menegaskan, sejak dilakukan razia, hingga sekarang belum menemukan adanya indikasi kejahatan seperti yang menjadi prioritas. Namun, kegiatan razia akan dilakukan setiap hari hingga situasi di Indonesia ini benar-benar kondusif.
“Kami mohon perhatian kepada masyarakat, karena kami lakukan razia ini untuk kepentingan masyaraat agar aman dan tenteram,” katanya.
Ia juga menyampaikan kepada masyarakat Kabupaten Landak agar jangan terpancing dengan aksi-aksi provokator dari kelompok-kelompok tertentu yang mencoba menggangu Kamtibmas di Landak ini. Apakah berkaitan hubungan antar suku, agama, dan isu yang tak benar,” tegas Firman seraya menambahkan, pihaknya juga akan meminta bantuan tokoh masyarakat untuk mensosialisasikan kepada masyarakat luas. Selain itu, pihaknya juga sudah rapat dengan Koordinator Intelejen Daerah (Kominda) Landak untuk bersama meningkatkan kewaspadaan. (rie)