ADIL KA' TALINO, BACURAMIN KA' SARUGA, BASENGAT KA' JUBATA...

Kamis, 31 Desember 2009

Pesta Kembang Api Tahun Baru Meriah


*Adrianus: Mari Introfeksi Diri

NGABANG. Pesta menyambut tahun baru 2010 di Kota Ngabang berlangsung meriah. Anak-anak muda membuka stand musik di depan gang, rumah dan toko-toko di sepanjang Kota Ngabang dan Kabupaten Landak khususnya. Ketika tepat pukul 00.00 dimana waktu pergantian tahun, langsung disambut suara tiupan terompet dan letupan kembang api di udara kemudian dilakukan konvoi sepeda motor anak muda yang dikawal petugas kepolisian Polres Landak.
Sementara itu di jajaran Pemkab Landak, juga menggelar menyambut pergantian tahun dengan semarak. Acara dipusatkan di pendopo Bupati Landak, sejak pukul 22.00 para pejabat, tokoh masyarakat berkumpul menikmati hidangan dan diiringi tembang manis orgen tunggal, setelah memberikan pengarahan Bupati DR Adrianus AS tepat pukul 00.00 membuka tabir pergantian tahun, dilanjutkan pesta kembang api dengan durasi hampir satu jam. Maka, arus lalu lintas di jalan depan rumah dinas Bupati langsung padat, banyak warga berbondong-bondong untuk menyaksikan pesta kembang api tersebut.
Bupati Adrianus mengajak kepada jajarannya dan masyarakat Kabupaten Landak untuk mengintofeksi diri pada tahun sebelumnya dan meningkatkan kinerja pada tahun yang baru ini. Ia berharap penyelanggaraan pemerintahan ke depan bisa lebih baik lagi sesuai agenda untuk reformasi birokrasi terbebas dari KKN dan lainnya. “Sebagai masyarakat juga dituntut sebagai masyarakat yang kristis tetapi tetap santun, karena semuanya tidak ada yang bisa kita atasi atau kita cari jalan keluarnya. Untuk itu, saya mengucapkan selamat tahun baru 2010 dan kami juga mohon maaf kepada seluruh masyarakat kabupaten Landak yang belum terpenuhi tuntutannya,” ungkap Adrianus.
Sementara itu, di Pahauman Kecamatan Sengah Temila, menyambut tahun baru juga berlangsung semarak. Kamuda 137 Pahauman menggelar pesta kembang api 1000 letusan. “Ini dilakukan dalam rangka menyambut tahun baru 2010 pukul 00.00 kemudian kita lanjutkan full musik hingga pagi hari,” kata Pembina Kamuda 137 Pahauman, Vinsensius.
Ia berharap di tahun baru ini seluruh masyarakat akan lebih maju lagi dari tahun sebelumnya. “Untuk itu mari berdoa agar di tahun 2010 kita semua akan sukses dan sejahtera selalu,” ucap Vinsen yang menjabat Plt. Kepala Disbunhut Landak ini. (rie)

Rabu, 30 Desember 2009

Kilas Balik Penertiban PETI tahun 2009


Solusi Tak Ada, Himbauan Tak Digubris

Catatan: Kundori

Langkah Pemkab Landak untuk menertibkan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) selama tahun 2009 masih belum ada hasil yang memuaskan. Rencana pembentukan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) mandek. Himbauan Bupati agar masyarakat jangan melakukan pertambangan juga tak digubris. Itu dibuktikan masih ada aktivitas PETI di Mempawah Hulu, Mandor dan perhuluan sungai Landak. Berikut kilas balik langkah tim operasi PETI selama tahun 2009.
Pada 26 Mei, tim Polres Landak dan Polda Kalbar melakukan operasi penertiban PETI di kawasan Kecamatan Mandor tepatnya di Desa Kayuara berhasil menyita barang bukti (BB) berupa mesin dompeng empat buah dan peralatannya. Sebanyak tujuh karyawan PETI berhasil di masukan sel Mapolres Landak sebagai tersangka, mereka adalah, Taufik Wibowo, Jumadi, Edo, Sunardi, Miswan, Eton, Agus. Mereka warga asal Sintang dan Kabupaten Pontianak. Kemudian selang beberapa hari kembali operasi di Dusun Lian Sipi dan berhasil mengamankan lima pekerja yakni St, Sr, Tn, Ts dan Ym.
Pada 1 Juni Pemkab Landak menggelar rapat dan sosialisasi PETI bersama instansi terkait. Rapat di aula kantor Bappeda itu dipimpin Wakil Bupati Agustinus Sukiman, hadir Dandim Mempawah Letkol Infantri Palindungan Sirait , Kapolres Landak AKBP Tony Ep Sinambela, Kadis Pertambangan dan Energi Landak Andi Ali, Kejari Ngabang, SR Nasution. Intinya sosialisasi PETI di Landak harus dihentikan.
Pada 8 Juni, usai tim dari Polres Landak melakukan penertiban PETI di Tanah Ratak Cagar Alam Mandor. Malam harinya sekitar 500 pekerja tambang menyerang dan merusak Kantor Polsek Mandor sekitar pukul 21.00. Tak tanggung-tanggung Kapolda Kalbar Brigjen Pol Drs Edwin TP Lumban Tobing malam itu juga langsung ke TKP serta dari Kodim Mempawah. Sejumlah pelaku perusak Mapolsek berhasil diamankan.
Pada 9 Juni, pukul 10.00 di Ngabang, sekitar 800 an pekerja tambang dari Kecamatan Kuala Behe, Air Besar dan Ngabang unjuk rasa di gedung DPRD Landak dan Mapolres Landak. Mereka meminta polisi menghentikan penangkapan pekerja tambang dan kayu di Kabupaten Landak ini. Massa juga minta pekerja yang sudah ditahan polisi agar dilepaskan.
Pada 12 Juni, perwakilan warga Dusun Lian Sipi Desa Mandor yang notabenenya keluarga pekerja tambang yang ditahan Polres melakukan pertemuan dengan Bupati DR Adrianus Asia Sidot dan instansi terkait di aula kantor bupati. Warga meminta kepada Polres Landak agar mengeluarkan tahanan warga yang ditahan akibat operasi PETI.
Pada 8 Juli, Irenius Kadem, SH seorang kuasa hukum dari Pemkab Landak melakukan jumpa pers dirinya siap untuk mendampingi warga Lian Sipi atau pekerja PETI yang ditangkap Polres Landak. Bahkan Irenius sempat mengancam akan mem pra-pradilkan dan menggugat Polres Landak karena dianggap telah melakukan tindakan bertentangan asas hukum dalam penanganan kasus tersangka PETI di Kecamatan Mandor. Polisi menerapkan UU RI No.4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Padahal PP tentang petunjuk pelaksanaan pemberlakukan UU tersebut belum terbit.
Pada 29 Juli, tim gabungan operasi PETI yang terdiri dari Pemkab Landak, Polres dan Kodim 1201/MPH dengan sasaran di Kecamatan Mempawah Hulu. Namun, pulang hanya membawa satu unit mesin dompeng saja. Padahal di lokasi PETI seperti di Kampung Soalam Dusun Betung Desa Sabakah ada sekitar enam unit mesin dompeng. Tapi karena terkendala jasa angkut terpaksa tim hanya membawa satu saja yang diangkut di kendaraan.
Pada 10 Agustus, Bupati Landak DR Adrianus AS saat pidato penandatangan nota Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perioritas Plapon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2010 bersama DPRD Landak meminta dukungan kepada DPRD Landak untuk menyikapi masalah PETI. Karena anggaran penertiban PETI dari APBD 2009 habis, maka dianggarkan di APBD Perubahan 2009.
Pada 11 Desember, Pemkab kembali melakukan penertiban PETI di Mempawah Hulu. Sebelumnya Bupati Landak Adrianus AS sudah memberikan himbauan melalui surat edaran agar masyarakat menghentikan kegiatan PETI, ditambah himbauan dari Polres Landak melalui Polsek Mempawah Hulu. Rupanya cukong PETI masih tak mengubris imbauan tersebut. Maka tim turun dan berhasil mengangkut sembilan mesin dompeng. Saat pulang operasi, petugas kepolisian dan sat pol PP berhasil dikerjai oknum masyarakat. Karena di sepanjang jalan banyak di pasang paku. Terpaksa petugas mencari paku di kubangan jalan dan ternyata benar ditemukan paku ukuran besar bahkan ada yang di pasang di kayu. Lalu bagaiamana tindakan tim untuk tahun 2010 mendatang? (Wartawan Equator Landak)

Selasa, 29 Desember 2009

Cahyatanus Jadi Ketua ISSI Landak



NGABANG. Pengurus Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kabupaten Landak terbentuk dengan diketuai oleh Cahyatanus SH. Pemilihan dan penyusunan struktur kepengurusan ISSI Landak berlangsung di Kantor Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Landak, Selasa (29/12) pagi kemarin.
“Jajaran pengurus ISSI Landak yang sudah terbentuk ini rencana dilantik oleh Ketua ISSI Kalbar Carolin Natasha Cornelis di Pontianak pada 9 Januari 2010 mendatang,” ujar Tanus saat rapat dengan pengurus, kemarin.
Ia berharap, dengan terbentuknya ISSI Kabupaten Landak ini akan ada pembinaan bagi pembalap-pembalap sepeda yang ada di Kabupaten Landak ini, sehingga prestasi olahraga perseorangan ini bisa lebih ditingkatkan baik dimulai dari tingkat lokal, dan diharapkan tembus tingkat nasional hingga internasional. “Mungkin di Landak ini banyak masyarakat yang berpotensi menjadi atlet pembalap sepeda, tapi masih belum tergali atau sifatnya masih alami, maka akan kita bina,” janji Tanus yang juga mantan anggota DPRD Landak ini.
Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga Disporabudpar Landak, CH Dahor SPd menyambut baik atas inisiatif rekan-rekan untuk membentuk ISSI di Landak ini. Sehingga bisa menjadi wadah untuk pembinaan atlet sepeda yang akhirnya bisa meningkatkan prestasi atlet itu sendiri. “Balap sepada memang salah satu olahraga perseorangan, kita bisa saja mencari bapak angkat untuk membina para atlet yang ada,” ujarnya.
Adapun susunan kepengurusan ISSI Landak yakni Pembina: Bupati, Muspida, Ketua DPRD, Sekda, Bank Kalbar. Penasehat: CH Dahor SPd, Ketua Cahyatanus SH, Wakil Ketua Ramli Rama SP, Sekretari Hendrik Kanoh, Wakil Sekretaris Sinta Panjaitan AMd, Bendahara Heriadi SE, Wakil Bendahara Asang. (rie)

Bupati Hadiri Pemakaman Aiptu Soebaryono




NGABANG. Bupati Landak DR Drs Adrianus Asia Sidot MSi, Senin (28/12) pukul 11.15 wib kemarin menyempatkan diri menghadiri proses pemakaman almarhum Kepala Pos Polisi (Kapospol) Sidas, Aiptu Soebaryono (42 tahun) yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di kawasan Jalan Raya Desa Aur Sampuk Kecamatan Sengah Temila, Minggu (27/12) sore. Selain Bupati, tampak hadir juga Plt. Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunthut) Landak Vinsensius, Camat Sengah Temila Bernadus SH dan istri, anggota DPRD Landak Adrianus Nunus SH MH dan sanak keluarga almarhum, tokoh masyarakat serta pastinya jajaran Polres Landak.
Upacara pemakaman di Makam Pahlawan Landak persisynya di depan Mapolres Landak itu dipimpin Wakapolres Kompol Abas Basuni kemudian sebelum jenezah di masukan di liang lahat, terlebih dahulu ditandai letupan senjata oleh petugas dari Polres Landak. “Almarhum sudah mengabdikan diri kepada bangsa dan negara, dia sudah menjalankan tugasnya dengan baik,” ucap Abas Basuni.
Kemudian dari perwakilan keluarga korban yakni H Abdul Wahid juga menyampaikan ribuan terima kasih kepada masyarakat dan jajaran di kops polisi selama ia bertugas, mungkin almarhum telah melakukan kesalahan atau kehilapan agar dimaafkan. “Karena manusia hidup tak luput kesalahan, mohon dimaaftkan,” ucap Abdul Wahid yang sambut tangiasan anak-anak korban dan keluarga yang ikut hadir di pemakaman tersebut.
Kapolsek Sengah Temila IPDA Tableghrudin mengaku juga merasa kehilangan sosok almarhum yang berwibawa dan mempunyai dedikasi tinggi dengan kinerja yang bagus. “Loyalitas almarhum dengan pimpinanya sangat tinggi. Kepala anggota lainnya dan kepada masyarakat juga demikian,” ujar Tableg.
Almarhum sangat bermasyarakat dan sangat perhatian tinggi kepada masyarakat dan jiwanya juga penolong. Sehingga semua sangat kehilangan dan sulit mendapatkan sosok almarhum. Di dalam keluarganya juga demikian. “Bahkan anaknya saat usai almarhum dimandikan, mengatakan tidak ada yang bisa menggantikan dia yang merupakan bapaknya satu-satunya,” tutur Tableg sambil meneteskan air mata.
Almarhum Subaryono lahir di Purwerkerto 22 Desember 1965 dan meninggal dunia 27 Desember 2009 dengan meninggalkan satu istri bernama Erni yang saat ini masih keritis di rumah sakit, empat orang anak yaitu Tika Agus Eriyanti, Adi Budi Wijaksono, Ilham Wahyu Pratama dan Catur Progo Panji Luhur. Adapun riwayat pangkat almarhum, Serda tahun 1989, Sertu tahun 1993, Serka tahun 1997, Bripka tahun 2001, Aipda tahun 2006 dan Aiptu tahun 2008. Kemudian riwayat jabatan pernah menjabat anggota Polsek Sengah Temila Polres Pontianak tahun 1991, anggota PJR PAM Jalur Entikong Polres Pontianak tahun 1993, Kanit Sabara Polsek Sengah Temila Polres Pontianak tahun 1998, BA Staf Logistik Polres Pontianak tahun 1999, BA Staf Polsek Sengah Temila Polres Landak tahun 2003 dan Kapospol Sidas Polres Landak. (rie)

Kapospol Sidas Tewas Diseret Bis

PAHAUMAN. Lagi-lagi jalan Raya Ngabang-Pontianak minta tumbal. Kali ini di kawasan KM 125-126 Dusun Asong Pala Desa Aur Sampuk Kecamatan Sengah Temila, nyawa Kepala Pos Polisi (Kapospol) Sidas Polsek Sengah Temila, Aiptu Soebaryono,42, tewas mengenaskan akibat diseret sebuah bis Yuda Pratama Jurusan Pontianak-Entikong KB.7501 A yang disetir Arman 34, Minggu (27/12) pukul 17.45. Korban Soebaryono saat itu membonceng istrinya Erni,37, usai berkunjung natal di rumah keluargnya di Senunuk.
Menurut keterangan Kapolres Landak AKBP Firman Nainggolan melalui Kasat Lantas AKP Efos Satria Wisnu Wardhana, sata itu korban dan istrinya pulang ke arah Pahuaman dengan menggunakan motor dinas jenis Yamaha King KB.1502-32. tak disadari dari arah berlawan ada dua bis yakni depan Tiga Bersaudara dan belakang Yuda Pratama. Saat itu di depan ada mobil Kijang parkir di tepi jalan. Tak pelak bis Tiga Bersaudara langsung membanting setir untuk menghindari motor korban. Sedangkan bis Yuda Pratama yang membelakangi Bis Tiga Bersaudara langsung menabrak motor korban hingga diseret. Korban dan istrinya mengalami luka besar. “Korban meninggal di Puskemas Senakin karena kaki dan kepala remuk tangannya putus. Sedangkan istrinya Erni masih kritis di RSUD Soedarso Pontianak,” terang Wisnu seraya menambahkan supir bis sudah ditahan.
*Korban Dimakamkan
Almarhum Aiptu Soebaryono dimakamkan di Makam Pahlawan Landak. Apel Persada dipimpin Wakapolres Kompol Abas Basuni dan jajaran Polres Landak. hadir Bupati Landak Adrianus AS dan jajaranya. Keluarga korban juga hadir dengan meneteskan air mata atas kepergian almarhum yang dipanggil Sang Pencipta.
Almarhum Subaryono lahir di Purwekerto 22 Desember 1965 dan meninggal dunia 27 Desember 2009 dengan meninggalkan satu istri bernama Erni yang saat ini masih keritis di rumah sakit, empat orang anak yaitu Tika Agus Eriyanti, Adi Budi Wijaksono, Ilham Wahyu Pratama dan Catur Panji Luhur. Adapun riwayat pangkat almarhum, Serda tahun 1989, Sertu tahun 1993, Serka tahun 1997, Bripka tahun 2001, Aipda tahun 2006 dan Aiptu tahun 2008. Kemudian riwayat jabatan pernah menjabat anggota Polsek Sengah Temila Polres Pontianak tahun 1991, anggota PJR PAM Jalur Entikong Polres Pontianak tahun 1993, Kanit Sabara Polsek Sengah Temila Polres Pontianak tahun 1998, BA Staf Logistik Polres Pontianak tahun 1999, BA Staf Polsek Sengah Temila Polres Landak tahun 2003 dan Kapospol Sidas Polres Landak. (rie)

Minggu, 27 Desember 2009

Lima Napi Kabur dari Rutan Landak

*Akibat Kurang Penjagaan

NGABANG. Lima orang Nara Pidana (Napi) penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Landak kabur, Sabtu (26/12) sekitar pukul 14.30 dengan cara memanjat tembok kawat berduri. Lima Napi tersebut yaitu Lano, Muntaha alias Mumun, Uju, Dani Jeremi dan Bujang Sapi. Mereka diperkirakan melarikan diri di Kabupaten Sanggau, karena kelimanya merupakan warga setempat. Pihak petugas Rutan dibuat kalang kabut dan langsung melakukan pencarian dan dibantu petugas kepolisian Polres Landak, anggota Armed Ngabang dan masyarakat. Petugas juga melakukan sweeping (penyisiran) terhadap kendaraan, seperti bis umum dan truk yang melintas di ruas jalan Desa Tebedak Kecamatan Ngabang menuju Sanggau, tapi hasilnya nihil.
Menurut Kepala Rutan Klas II B Landak Muhammad Susani, petugas keamanan Rutan yang biasanya berjaga-jaga di pos keamanan memang jumlahnya sedikit dan saat itu yang melakukan piket dua orang saja. Jadi petugas keamanannya berkurang satu orang. Sehingga pos penjagaan atas pada bagian belakang yang biasanya diisi, tapi saat kelima napi itu kabur, pos tersebut tidak terisi petugas. Karena petugas keamanan yang biasanya mengisi pos penjagaan tersebut sedang melaksanakan prajabatan. “Ada lima petugas keamanan yang sedang melaksanakan prajabatan, sehingga petugas keamanan Rutan Landak menjadi berkurang,”ungkap Susani.
Maka dengan tidak terisinya petugas keamanan dipos penjagaan tersebut, akhirnya kelima napi itu memanfaatkan kekosongan petugas keamanan untuk kabur dari Rutan. Saat melarikan diri, petugas keamanan Rutan sedang melakukan kontrol keliling dengan mendatangi setiap blok tahanan. “Saat petugas melakukan kontrol, kelima napi tersebut lari ke belakang. Dengan menggunakan kain, kelima napi tersebut memanjat tembok yang diatasnya sudah diberi kawat berduri dan langsung melarikan diri,” cerita Susani.
Susani menambahkan, menurut penuturan petugas keamanan Rutan yang pada saat itu melaksanakan piket, proses pelarian para napi tersebut hanya dalam hitungan menit saja, karena saat petugas mengontrol lagi, kelima napi itu sudah kabur. “Tahanan lainnyapun sempat bertanya kepada lima napi tersebut mengapa pergi ke belakang. Lantas dijawab napi itu karena diminta untuk membetulkan selang air. Padahal kita sudah melarang semua napi supaya tidak boleh pergi ke belakang,” kata Susani.
Ia mengungkapkan, pada Sabtu (26/12) sekitar pukul 00.00 malam kelima napi itu sempat dipergok oleh anggota Reskrim Polsek Ngabang saat melintas di jalan raya Desa Tebedak. Saat itu mereka berjalan kaki menuju arah Sanggau. “Begitu ditanya oleh anggota Reskrim Polsek Ngabang, kelima napi itu langsung kabur melarikan diri. Tapi satu orang napi sempat dipegang kerah bajunya oleh petugas kepolisian saat hendak melarikan diri. Namun napi tersebut hendak menikam petugas. Karena tidak membawa senjata, akhirnya petugas kepolisian melepas kerah baju napi bersangkutan dan napi itu bersama napi lainnya langsung kabur ke hutan,” ungkap Susani. (rie)

Open House Natal Bupati Ramai

NGABANG. Sudah menjadi tradisi, usai melaksanakan Misa di Gereja, seluruh umat Kriastiani setelah sampai di rumah masing-masing langsung berkumpul dengan sanak keluarga. Untuk kalangan pejabat, seperti Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Ketua DPRD menggelar open house. Selain menerima para pejabat, dan kolega juga semua lapisan masyarakat Kabupaten Landak. “Semua lapisan masyarakat, tua muda, orang biasa, silahkan datang untuk silaturahmi kita terbuka tak ada istilah pejabat atau orang kaya,” ujar Bupati Landak DR Adrianus AS disela-sela menerima tamu di pendoponya.
Adapun pesan Bupati, sesuai tema Natal tahun ini Tuhan itu baik kesemua orang, mudah-mudahan kebaikan Tuhan betul-betul dirasakan dan dinikamti oleh orang. “Kebaikan Tuhan yang diterima di tahun 2009 ini semoga menjadi motivasi bagi masyarakat terus meningkatkan kualitas kehidupan dan keimanan di tahun ini,” ujar Adrianus.
Semoga, lanjut dia, dengan perayaan Natal di tahun 2009 yang aman, damai tentram, penuh kasih ini juga dapat dilanjutkan pada tahun-tahun yang akan datang dan lebih ditingkatkan lagi. “Sehingga suasana kehidupan dalam masyarakat di Landak penuh kedamaian, kekuargaan dan persaudaraan dapat dipertahankan kondisi keamanan yang kondusif, pertumbuhan ekonomi yang membaik kita terus tingkatkan,” pesannya.
Adrianus dengan menggunakan kemeja batik yang didampingi istri tercintanya Maria Bernadetha dan tiga putrinya yang manis-manis yakni Grace Dirgahayu Pabayo, Efifany Adventia Pabayo dan Isabella Maria Pabayo tampak menerima tamu dengan seyuman yang ramah. “Terima kasih,” ucapnya sambil bersalaman dengan tamu.
Selain Bupati, Open House juga digelar Wakil Bupati Agustinus Sukiman, Sekda Ludis, Ketua DPRD Heri Saman, dan pejebat lainnya seperti para SKPD di lingkungan Pemkab Landak, paling tidak menerima kahadiran staf atau bawahan di lingkungan kerjanya masing-masing dan sanak keluarga dan masyarakat lainnya. (rie)

Misa Natal di Landak Aman dan Lancar

NGABANG. Ribuan jemaat memadati gereja-gereja di Kota Ngabang, Kamis (24/12) malam hingga Jumat (25/12) pagi untuk melaksanakan misa Natal. Selain membawa pesan damai, umat Kristiani berharap Kabupaten Landak tenteram. Misa natal juga berlangsung di gereja lain di penjuru di Kabupaten Landak yang diikuti ribuan umat Nasrani. Perayaan kelahiran Yesus Kristus berjalan hidmat dan aman. Nyanyian pujian juga bergema dalam perayaan misa Natal di Gereja Salib Suci Ngabang. Para pastor dalam pesan natalnya mengajak manusia berbuat baik. Sejumlah pejabat Pemkab Landak rata-rata melaksanakan misa di gereja Salib Suci Ngabang dan Gereja GPPIK Ngabang. Namun, khusus Bupati Landak DR Adrianus AS, tahun ini dia melaksanakan misa di Senakin Kecamatan Sengah Temila tepatnya di Gereja Santo Agustinus Senakin sedangkan istrinya Maria Bernadetha dan tiga orang putrinya Grace Dirgahayu Pabayo, Efifany Adventia Pabayo dan Isabella Maria Pabayo, misa di Gereja Salib Suci Ngabang.
Jalannya misa Natal dijaga ketat polisi. Sebanyak 80 personel dari Polres Landak telah diturunkan dan di backup jajaran TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Pemkab Landak dalam rangka mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru 2010. Adapun dua posko pengamanan yaitu di Ngabang dan pasar Pahauman Kecamatan Sengah Temila. “Operasi berlangsung dari 23 Desember 2009 hingga 2 Januari 2010. Dalam operasi ini, kita juga sudah menyurati instansi terkait di di jajaran Pemkab Landak untuk kesiapan dalam operasi Lilin Kapuas 2009 ini. Misalnya Dinas PU agar menyiapkan alat berat, siapa tahu ada tanah longsor, Dinas Kesehatan menyiapkan mobil Ambulan siapa tahun ada kecelakan yang darurat dan lainnya,” tegas Kapolres Landak AKBP Firman Nainggolan. (rie)

Rabu, 23 Desember 2009

Hironimus Nakhodai Partai Golkar Landak



NGABANG. Melalui Musda III DPD Partai Golkar (PG) Landak pada 21-22 Desember 2009. Akhirnya terpilih pucuk pimpinan partai berlambang pohon beringin periode 2009-2015 yakni Hironimus, dia berhasil menumbangkan kandidat Adrianus Yanto Nunus. Proses pemilihan dengan sistem voting dan berlangsung demokratis, dari 13 pimpinan kecamatan (pimcat) se Landak satu tidak menggunakan hak suara yaitu Pimcat Banyuke Hulu karena utusannya tidak ada surat mandat. Sehingga hanya 12 suara Pimcat ditambah 1 suara dari organisasi pendiri partai, 1 suara dari organisasi sayap dan 1 suara dari DPD PG Kalbar. Adapun dari dua kandidat yang bertarung, masing-masing Hironimus mengantongi 8 suara dan Adrianus Yanto Nunus 5 suara dan 1 suara abstain. Usai pemilihan dengan pimpinan sidang Sutrisno itu dilanjutkan menyusunan kepengurusan oleh tim formatur yang ditunjuk kemudian langsung dilantik oleh Ketua PG Kalbar H Morkes Effendi melalui Wakil Ketua Andre Budaya.
Ketua PG Landak terpilih, Hironimus dalam keterangan persnya menegaskan, dalam upaya optimaslisasi institusi partai, partai Golkar kedepan akan ditangani dan dikelola oleh kader-kader yang memiliki visi dan wawasan kedepan bagi kemajuan partai menyerap aspirasi akar rumpun secara substansial. “Lalu mempertimbangkannya secara kristis, dialogis dan komprehensif, kemudian mampu mengambil tindakan atau keputusan yang tepat, cerdas dan elegan tetapi tegas dan jelas serta berpihak kepada kepentingan nasional dan kemaslahatan rakyat banyak,” ungkap Hironimus.
Menurut dia, dalam upaya kaderisasi yang efektif, berkesinambungan dan produktif, golkar harus menjadi partai modern yang terbuka terhadap semua potensi yang ada di berbagai kalangan dan lapisan akar rumput untuk dibentuk secara sistematis dan berkesinambungan sebagai kader-kader partai yang militan, tangguh dan memiliki integritas tinggi terhadap partai dan cita-cita nasional. “Kader-kader Golkar harus mendapatkan kesempatan dan peluang yang sama untuk mengakses dan memainkan peran dalam dunia politik, baik lokal maupun nasional,” ungkap Hironimus.
Kemudian, konsolidasi politik juga akan dilakukan dalam konteks membangun kekuatan politik guna menghadapi berbagai event politik strategis, seperti Pilkada Bupati Landak tahun 2011 mendatang, Pilgub 2013, pemilu legislatif 2014 dam pilpres 2015. “Sehingga dalam event-event politik tersebut, partai Golkar dapat berjaya dan memenangkan pemilihan tersebut,” tegas Hironimus.
Sementara itu, hasil penyusunan tim formatur nama-nama pengurus PG Landak yang akan mendampingi Ketua Umum Hironimus, diantaranya sebagai Ketua Harian Adrianus Yanto Nunus, Sekretaris Petrus Mi’on, Wakil Sekretaris Marwan dan Bendahara HA Dewi. (rie)

Senin, 21 Desember 2009

Golkar Harus Bangun Komunikasi Politik

*Morkes Buka Musda III PG Landak

NGABANG. Ketua Umum DPD Partai Golkar (PG) Kalimantan Bara, H Morkes Effendi membuka Musyawarah Daerah (Musda) III DPD PG Landak, Senin (21/12). Acara pembukaan berlangsung di aula Hotel Hanura Ngabang langsung dihadiri Bupati Landak DR Adrianus AS dan masing-masing pimpinan kecamatan (pimcat) se Kabupaten Landak.
“Partai Golkar harus membangun komunikasi politik secara interen maupun eksteren. Selama ini mungkin terjadi kurang mampu untuk membangun komunikasi politik di interen hingga terjadi miss komunikasi dan terjadi gesekan-gesekan yang sebenarnya tidak baik,” tegas Morkes dalam pengarahannya.
PG mempunyai kewajiban untuk membangun komunikasi politik dengan pemerintah, membangun politik terhadap lembaga lain seperti partai politik lain, lembaga swadaya masyarakat, para wartawan atau media baik elektronik maupun cetak. Sebagai parpol harus mampu merebut komunikasi timbal balik yang sifatnya saling menguntungkan. “Kalau tidak mampu membangun komunikasi, maka akan terjadi kesalahpahaman bagi kita semua,” ungkap Morkes yang juga Bupati Ketapang ini.
Maka ia berharap dalam Musda yang digelar untuk saling konsilidasi, jangan Musda dijadikan ajang perpecahan, tapi Musda untuk menyatukan konpirasi. masukan-masukan dan penilaian kinerja kepengurusan yang sebelumnya untuk diperbaiki. “Bukan untuk diperguncing atau diperbesar. Tapi di musyawarahkan yang sifatnya kekeluragaan,” pesan Morkes.
Sementara Ketua DPD Landak Necodemus Nehen dalam sambutannya menguraikan dari Musda II, PG kepemimpinanya sudah melaksana kegiatan beberapa konsilidasi hingga tingkat bawah dan sampailah pada Pilkada Landak tahun 2007 lalu dan PG belum berhasil. “Kami calon pasangan kepala daerah dari Golkar belum berhasil. Kedepan, tentunya hasil Musda ini bisa mencari pimpinan yang mampu membangun PG yang lebih baik dari sebelumnya,” ujar Nehen.
Pihaknya memberikan kesempatana kepada semua kader baik di jajaran pengurus DPD dan Pimcat silahkan untuk bersaing secara sehat dan kekeluargaan. “Kami juga mengucapkan permohonan maaf jika dalam kepengurusan PG Landak periode sebelumnya ada melakukan kesalahan dan kehilapan,” ucap Nehen yang menjabat anggota DPRD Kalbar ini.
Ketua Panitia Musda Eduardus dalam laporannya, Edo berharap, semua kader dan simpatisan PG serta masyarakat Landak supaya bisa menciptakan proses demokrasi yang terbaik dalam pelaksanaan Musda nanti. Untuk itu, diharapkan semua stakeholder yang ada bisa menciptakan situasi dan kondisi kamtibmas yang aman menjelang sampai selesai Musda. “Dalam Musda ini kami mengharapkan akan lahir pemimpin PG Landak yang terbaik. Sebab biarbagaimanapun PG sudah berkiprah sejak terbentuknya Landak. Bahkan PG adalah partai yang pertama berhasil mengusung pasangan Bupati dan Wakil Bupati Landak pertama Cornelis-Nikodemus Nehen,” ungkapnya. (rie)

Sabtu, 19 Desember 2009

Ormas, LSM dan OKP harus Melapor

NGABANG. Sesuai UU No 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan dan Peraturan Pemerintah No 18 Tahun 1986 tentang Pelaksanaan Undang-Undang No 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan,serta Pasal 5 Peraturan Menteri Dalam Negeri No 5 Tahun 1986 tentang Ruang Lingkup, Tata Cara Pemberitahuan Kepada Pemerintah serta Papan Nama dan Lambang Organisasi Kemasyarakatan. “Organisasi Masyarakat (Ormas), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Kepemudaan (OKP) wajib memberitahukan secara tertulis kepada pemerintah tentang keberadaanya, sesuai dengan ruang lingkup ormas yang bersangkutan,” tegas Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Landak Drs. Edward Ramukdin kepada Equator di kantornya, Rabu (9/12) kemariin.
Menurutnya, tingginya kepedulian masyarakat sebagai elemen anak bangsa terhadap pembangunan daerah yang disalurkan melalui berbagai wadah. Ormas,LSM maupun OKP merupakan sesuatu hal yang sangat membanggakan. Namun sangat disayangkan, jika Ormas,LSM maupun OKP tersebut tidak melaporkan keberadaanya kepada Instansi terkait di Daerah. Karena hal ini tentu belum sepenuhnya dapat diakui legalitasnya ditengah-tengah masyarakat.
“Berdasarkan UU No 8 Tahun 1985 tersebut kami menghimbau kepada Ormas,LSM serta OKP yang ada di Kabupaten Landak untuk dapat melaporkan keberadaanya. Hal ini sangat penting untuk menginventarisir mana saja Ormas yang masih aktif lanjut Kepala Badan Kesbang, Politik dan Linmas Landak,” himua Edward
Saat ini daftar Ormas, LSM dan OKP yang terdata di Bidang Politik Badan Kesbang,Politik dan Linmas di Landak sebanyak 44 organisasi, yang didominasi dalam bentuk Ormas, selanjutnya bagi yang tidak melaporkan kembali keberadaanya di Kabupaten Landak dapat dikatakan ilegal. Dalam pelaporanya tidak dipungut biaya atau gratis.
“Seharusnya setiap tahun Ormas,LSM maupun OKP yang melakukan aktivitasnya di wilayah Landak tersebut melaporkan kembali keberadaanya di Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Landak, karena peran dari Ormas,LSM dan OKP tersebut sangat besar sekali ditengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.
Salah satunya adalah untuk memberikan pembinaan,bimbingan serta arahan terhadap masyarakat agar tidak terjadi gejolak, karena keberadaan mereka bisa menjaga stabilitas ketenangan ditengah masyarakat. “Bukan sebaliknya manjadi pemicu suatu masalah, hal ini yang tidak dibenarkan,” tegas dia. (rie)

2 Mantan Bendahara DPRD Tersangka Korupsi

LANDAK. Tahun ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngabang menggarap empat kasus tindak pidana korupsi. Mereka adalah dua Mantan Bendahara Sekretariat DPRD Landak, OS dan AM yang sudah ditetapkan tersangka. OS melakukan penyimpangan sisa anggaran tahun 2007 sekitar Rp. 500 juta. “Untuk saat ini kasus tersebut sudah masuk dalam tahap penyidikan dan sekarang ini masih dilakukan pengumpulan data-data dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. OS pun sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” ungkap Kajari Ngabang SR Nasution SH MH kepada wartawan usai Upacara Hari Anti Korupsi Sedunia, Rabu (9/12) kemarin.
Sedangkan AM melakukan penggelapan dana anggaran tahun 2003 dengan tujuan untuk menguntungkan diri pribadi. “Uang yang dikorupsi AM ini lebih besar lagi dibandingkan OS. Nilainya yakni Rp. 1,6 milyar. Namun untuk saat ini AM menyicil uang yang ia korupsi, sehingga uang yang ia korupsi itu untuk saat ini tinggal sekitar Rp. 900 juta. Jadi dia ada itikad untuk mengembalikan uang yang ia korupsi itu,”jelas Nasution didampingi Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Ngabang Kliwon Sugiyanta dan Kasi Intel Kejari Ngabang Novan Sofyan.
Tapi, meskipun AM sudah menyicil uang tersebut hingga lunas, kasus korupsi AM tetap diproses sampai ke persidangan. Untuk saat inipun kasus tersebut sudah masuk dalam tahap penyidikan. “AM pun sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” tegas dia.
Selain dua bendahara DPRD Landak, pada Hari Anti Korupsi Sedunia itu, Kajari juga mengungkapan kasus korupsi lain yang digarap tahun 2009 ini yakni
Kepala Desa (Kades) Andeng Kecamatan Sengah Temila dengan terdakwa Asan berkas sudah dilimpahkan di Pengadilan Negeri (PN) Mempawah pada 7 Desember lalu. “Untuk saat ini kasus tersebut tinggal menunggu persidangan. Terdaksa mengkorupsi Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2008 yang dilakukan Kepala. Akibat penyelewengan ADD yang dilakukannya, Negara mengalami kerugian sebesar Rp. 32 juta,”ungkap Nasution.
Selanjutnya, kasus korupsi yang baru dalam tahap pengumpulan data. Kasus korupsi ini melibatkan Kades Agak Kecamatan Sebangki. “Ia dituduh telah melakukan penyimpangan ADD tahun 2008 senilai Rp. 50 an juta. Tapi kasus ini masih dalam tahap pengumpulan data. Kita ingin mengetahui apakah Kades tersangkutan melakukan korupsi,” katanya.
Dalam hal pemberantasan korupsi di Landak, Kejari Ngabang tetap berkomitmen untuk mengikis habis para koruptor tersebut. Oleh karena itu ia tetap berharap masyarakat bisa melaporkan ke Kejari Ngabang jika menemukan adanya kasus dugaan korupsi. “Jadi masyarakatpun bisa berpartisipasi membantu kami dalam hal memberantas korupsi di Landak,” tegas dia. (rie)

Jumat, 18 Desember 2009

Bupati Landak Komitmen Berantas KKN



NGABANG. Bupati Landak DR Adrianus AS menegaskan, dalam rangka meningkatkan disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemkab Landak dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta peningkatan kinerja aparatur telah merencakan sistem absensi dengan sidik jari. “Jadi nanti absen pegawai online, sidik jari terhubung dengan nomor rekaning Bank Kalbar yang sudah sistem Kartu Pegawai Elektronik (KPE). Kalau sidik jari tak terekam satu hari, gajinya terpotong sekian rupiah secara otonomis, sehingga diharapkan PNS rajin, tidak hanya saat masuk juga saat pulangnya,” ungkapnya saat memberikan kata sambutan di acara penarikan undian berhadiah Panen Rejeki Bank Kalbar, Sabtu (12/12).
Ia berharap, kersajama Pemkab dengan perbankkan yakni dalam hal ini Bank Kalbar akan semakin meningkatkan layanan kerja akuntabilitas dan menghindarkan pegawai apararut dari Korupsi Kolusi dan Nepotiste (KKN). “Karena memang KKN ini menyakit masyarakat, penyakit aparat sehinga harus diberantas, saya sebagai pimpinan daerah dengan berbagai cara dan kebijakan sedikit demi sedikit mengurangi, mungkin menghapus semua belum, tapi kita bertekat menciptakan aparatur Pemkab Landak yang bersih dari KKN,”tegas Adrianus.
Namun, lanjut pria jebolan doktoral Universitas Padjajaran Bandung (UNPAD) ini, semua ini tidak akan berhasil jika aparatur sendiri yang melakukannya, maka perlu dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Landak. “Sehingga aparat kita menjadi bersih,” ujarnya.
Sedangkan untuk KPE, saat ini sudah mulai didaftar dan diproses mudah-mudahan tahun 2010 seluruh PNS di Landak ini sudah memiliki KPE dengan kartu yang manfaatnya sangat banyak selain sebagai kartu identitas tapi bermakna dalam kemudahan untuk mengakses layanan perbankan. “Seperti berfungsi ATM, kartu Askes dan Taspen,” tukas dia. (rie)

Pertumbuhan Ekonomi Landak Maju Pesat



NGABANG. Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Landak hingga saat ini semakin maju pesat, salah satunya didukung peran serta perbankan seperti Bank Kalbar Cabang Ngabang. Sejumlah produk yang ditawarkan sangat memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan.
“Kehadiran Bank Kalbar di Ngabang memberikan manfaat yang begitu besar bagi kita semua, saya bersyukur kontribusi bank tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Landak ini cukup signifikan dengan berbagai produk yang ditawarkan mulai dari tabungan, pinjaman sampai pengiriman uang ini tentu akan semakin menggairahkan perputaran roda perekonomian di Landak,” ungkap Bupati Landak DR Drs Adrianus Asia Sidot MSi saat memberikan sambutannya pada acara penarikan undian berhadiah ‘Panen Rejeki Bank Kakbar’ periode 2009, Sabtu (12/12).
Acara penarikan undian digelar di halaman Bank Kalbar Cabang Ngabang berlansung meriah. Penarikan undian ini khusus untuk Wilayah II, terdiri Bank Kalbar Cabang Utama Pontianak, Flamboyan, Ngabang, Sanggau, Sekadau dan Balai Karangan. “Dari pertumbuhan ekonomi yang kita patok untuk tahun 2o09 mencapai 4,5 persen dalam laporan pertangungjawaban saya di hadapan DPRD Landak belum lama ini, setelah dihitung pertumbuhan kita hingga September 2009 mencapai 3, 72 persen dengan jumlah investasi yang masuk di Landak Rp.1,7 triliun,” urai Adrianus.
Menurut mantan Kadis Pendidikan ini, kegiatan perekonomian yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Landak juga mendapat pengaruh yang signifikan dari kondisi perenomian dunia, nasional maupun daerah Kalbar lainnya. “Karena ada korelasi antara tingkat global, nasional dan lokal,”ujarnya.
Direktur Bank Kalbar Jamal Attamimi mengucapkan terima kasih kepada Pemkan Landak yang sangat mendukung operasional hingga bisa berkembang sangat pesat di Landak ini, yakni dengan jumlah nasabah mencapai 25, persen dan meningkat jauh rata-rata yang ditargetkan. “Ini berkat bantuan dari Pemkab dan semua nasabah yang ada di Landak ini,” ujarnya sambil memaparkan sejumlah produk-produk Bank Kalbar.
Sementara itu, Pimpinan Bank Kalbar Cabang Ngabang Mursalin dalam laporannya, khusus untuk Cabang Ngabang pertumbuhan nasabah dari akhir 2008 hingga 2009 kurang lebih 25 persen. Maka hal ini benar-benar suatu prestasi yang luar biasa, dari segi nominal besaranya juga 26, 87 persen pertumbuhannya, belum lagi termasuk deposito juga pertumbuhan besar di cabang Ngabang . “Sehingga dapat disimpulkan kabupaten Landak sangat berkembang baik dari segi bisnis usaha dan masyarakatnya cukup dikatakan sejahtera karena kelebihan dari pada keseharian bisa ditabungkan,” ungkap Mursalin.
Acara penarikan undian berhadiah tersebut berlangsung lancar, undangan hadir mencapai ratusan orang baik kalangan nasabah dan masyarakat Ngabang dan perwakilan dari masing-masing cabang yang masuk di wilayah II. Undangan juga diberikan doorprize dengan sejumlah hadiah menarik. Sedangkan untuk undian hadiah Bank Kalbar periode 2009 yang berhasil memboyong hadiah utama 1 unit mobil Daihatsu Terios jatuh pada pemilik nomor rekening 10.102.20.0726 atas nama Rino Anteno Tengo warga Pontianak. (rie)

Banyak Gaji PNS Tekor



PEGAWAI Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Landak pada tahun 201o harus sudah memiliki Kartu Pegawai Elektonik (KPE). Akan dilakukan sistem online, jadi sidik jari berhubung dengan nomor rekaning Bank Kalbar, jika sidik jari tak terekam satu hari gajinya terpotong sekian rupiah secara otonomis.
“Semua PNS harus mempunyai rekening di Bank Kalbar, karena nanti penyaluran gaji tidak lagi melalui bendaharawan gaji, masing masing PNS langsung ke Bank ambil uang. Jadi bagi yang krisis gajinya atau negatif, biarpun sampai 100 kali ATM nya di colokan tak akankeluar duit, karena gajinya tekor,” beber Bupati Adrianus AS saat memberikan sambutan di acara penarikan undian berhadiah Bank Kalbar, belum lama ini.
Menurut mantan Kadis Pendidikan Landak ini, di Landak ini banyak PNS yang gajinya tekor, akibatnya kadang gaji kawannya juga ikut terpotong untuk menutupinya. “Nah, kalau nanti sistem KPE tidak bisa lagi minta bantu kawannya untuk dipotong gajinya. Jadi kalau tidak ada uang ya ATM nya kosong,” tegas Adrianus. (rie)

Ketua KONI Meninggal Dunia



KETUA Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Landak Drs Hendrikus Ngadan meninggal dunia dalam usia 59 tahun karena sakit liver, Rabu (16/12) pukul 11.04 Wib di kediamannya di Komplek Bali Permai Ngabang. Almarhum meninggalkan seorang istri Ny.Pascalia Ginti, tiga orang anak dan satu cucu. Almarhum adalah pensiunan PNS sejak 2007 dengan jabatan terakhir sebagai Asisten II Setda Landak. Selama pansiun, ia aktif di organisasi yakni sebagai Ketua KONI Landak periode 2009-2013 dan Ketua Koperasi Korpri Landak Bersatu. “Bapak mengembuskan nafas terakhirnya dengan tenang, tidak ada pesan apa-apa kepada saya dan anak-anaknya,” tutur Pascalia Ginti istri almarhum sambil meneteskan air mata ketika ditemui wartawan di rumah duka, siang kemarin.
Pascalia menceritakan, sejak dia membina rumah tangga dengan almarhum tidak pernah kelahi dan selalu sehat tidak pernah masuk rumah sakit. Sejak almarhum sakit, barulah sering ke rumah sakit. Almarhum sangat sayang dengan anak-anaknya yakni Hendrika Henny, Valentinus Cristian Danti, Silvister Ria Rian dan cucunya Hendro. “Bapak sayang dengan anak-anaknya,” ujar Pascalia seraya menambahkan dirinya selama hidup selalu mendampingi almarhum dalam bertugas. (rie)

Premanisme Adat Harus Diberantas

NGABANG. Hukum adat kadang disalahgunakan oleh oknum masyarakat untuk ajang bisnis dan mencari keuntungan pribadi dan melenceng dari aturan yang disepakati bersama. Maka premanisme penerapan hukum adat perlu diberantas. “Kita bersama pemerintah khususnya Pemkab Landak terus berusaha untuk meminimalisir soal prilaku dari beberapa oknum-oknum yang ada di masyarakat, khususnya penanganan kasus-kasus adat di lapangan,” tegas Ketua Badan Pelaksana Harian Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalbar Aloysius Aloy kepada wartawan disela-sela acara lokakarya revitalisasi hukum adat di Landak, baru-baru ini.
Menurutnya, preman adat ini biasanya dilakukan oleh oknum masyarakat yang tidak bertanggungjawab. Maka sejak awal AMAN berkomitmen untuk memerangi preman adat tersebut. Ulah preman adat ini sudah merusak citra temenggung dan citra masyarakat adat. “Saat ini harus benar-benas berusaha supaya masyarakat adat ini menjadi satu nilai dan satu kelompok masyarakat yang betul-betul bisa jadi panutan,” tegas Aloy.
Ia menegaskan, penentuan denda adat pada prinsipnya ada hal yang mendasar untuk penentuan denda adat tersebut. Apalagi denda adat itu dilakukan sesama suku. Kendati ada penyesuian dibeberapa daerah dalam hal penentuan denda adat sehingga terjadi perbedaan. “Tapi yang menjadi soal sekarang ini, kita selalu menghimbau kepada masyarakat bahwa penerapan hukum adat zaman dulu tidak ada bicara soal uang. Yang dibicarakan adalah material adat. Kemudian material adat itu dikonversi menjadi uang. Nah, hal inilah yang kadang-kadang menimbulkan persoalan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, saat ini dalam hal penentuan denda hukum adat, masyarakat tidak lagi menyebutkan material adatnya, tetapi langsung kepada benda adatnya. “Kalau misalnya 70 tahun lalu kemudian berbeda dengan tahun sekarang, itu wajar. Sebab harga material barang pasti mengalami kenaikan. Akantetapi mestinya kenaikan harga barang itu jangan dibuat-buat. Itu yang tidak kita
terima,” tukas dia. (rie)

Ornament Stadion Harus Punya Makna Filosofi


*Nilai-Nilai Budaya Lokal Landak

NGABANG. Stadion Olahraga Landak yang saat ini sedang digenjot pembangunannya karena akan digunakan lokasi MTQ pada akhir April 2010 mendatang. Gedung megah itu rencana juga akan dibangun ornamen. Maka diharapkan ornamen di gedung tersebut harus mempunyai arti dan makna kebudayaan lokal Kabupaten Landak.
“Ornament itu harus mengandung nilai-nilai kebudayaan lokal kabupaten Landak dan nilai filosofi yang sangat dalam, harus di kenal oleh masyarakat generasi muda yang akan datang. Karena ornament itu merupakan kekayaan budaya lokal untuk masa yang akan datang,” ungkap Kepala Bidang Kebudayaan Disporabudpar Landak, Barto kepada awak koran ini di kantornya, baru-baru ini.
Ia juga berterima kasih kepada Pemkab Landak juga konsultan Dinas Pekerjaan Umum yang telah mengapresiasi atau menghargai karya seni lokal, berupa ornament. “Ada dua ornament yang saya sampaikan kepada konsultan kabupaten Landak untuk gedung olahraga (GOR) yang pertama ornament dalam bentuk simbol Pabayo Balungkur dan Gunnak atau Perisai Jubata,” ujarnya.
Menurutnya, Pabayo Balungkur mempunyai makna cara simbol kemakmuran, dalam arti baik segala sesuatu yang di inginkan oleh masyarakat petani terutama masalah menanam padi di sawah yaitu dapat sejahtera dari hasil padi yang di tanam mereka. “Jadi menurut mitos Pabayo Balungkur ini merupakan suatu alat atau peraga untuk berdoa dengan Tuhan (Jubata), sebagai ucapan syukur panen padi yang melimpah didapatkan oleh petani paada zaman dahulu untuk masyarakat Dayak Kanayant dan sampai pada saat ini,” ungkap Barto.
Jadi ornament Pabayo Balungkur ini di pasang atau di buat di bagian dari bangunan fisik GOR dan di harapkan agar masyarakat yang melakukan kegiatan olah raga dapat meraih hasil atau mencapai tujuan yang memuaskan. “Dan generasi muda, sedapat mungkin bisa mencapai hasil yang setinggi-tingginya,” jelasnya.
Sedangkan ornament dalam bentuk Gunnak atau Perisai Jubata, melambangkan bahwa hidup ini tidak terlepas dari Tuhan yang Maha Esa. Karena Tuhan yang membuat segalanya. Ornament ini dibuat karena talenta yang di beri Tuhan kepada manusia. “Jadi harus disadari dari segala sesuatu yang ada yang kita buat dan kita jadikan itu berasal dari Jubata (Tuhan) dan bagi masyarakat atletik yang berlaga di lapangan itu nanti,” ungkapnya.
Kemudian, jika di indentikan dengan doa-doa, jangan lupa mensyukuri atau paling tidak berharap dalam melaksanakan kegiatan olahraga tidak terjadi apa-apa karena berkat bantuan Tuhan. “Maka ornament Jubata ini agar mengingatkan kita harus sadar apa yang kita lakukan,” tandas Barto. (rie)